Mengulas Sejarah HMI, Ini Harapan Komisariat Sayko UIN Malang

lapmimalang.com – Diskusi tentang Sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar oleh pengurus Komisariat Syariah-Ekonomi (Sayko), menghadirkan Asdul Ghiffary selaku Sekertaris Umum HMI Cabang Malang, Senin (16/4) di Gedung B UIN Malang.

Kajian ini selenggarakan oleh bidang PPPA untuk menambah wawasan kader komisariat terkait Ke-HMI-an.

Agenda ini juga merupakan diskusi yang kedua, sebelumnya diskusi tentang Urgensi Nilai-Nilai Ke-HMI-an yang difasilitasi oleh Alwi Alu, selaku Ketua Komisariat Sayko UIN Malang.

Foto bersama keluarga besar HMI Komisariat Sayko UIN malang setelah mengadakan diskusi tentang sejarah HMI

Asdul Ghiffary menerangkan bahwa perjalanan hidup Lafran Pane lahir dalam satu kondisi masyarakat yang sangat kental keislamannya.

“Spirit yang yang coba dihadirkan adalah spirit Islam yang membawa sebuah kebebasan serta menuntut untuk menegakkan keadilan di dunia” Kata Asdul

“Karena banyak paham-paham ideologi seperti ideologi sekuler, sosialis, nasionalis, dan komunis. Maka Lafran Pane yang notabene masuk di organisasi PMY, beliau merasa resah karena organisasi seperti PMY, SMI masing-masing membawa kepentingan politiknya” lanjutnya

Menurut Asdul, hal itulah yang kemudian tidak disukai oleh Lafran Pane sebab kampus seharusnya menjadi ruang-ruang kajian objektif yang notabenenya mahasiswa membawa idealismenya untuk kemudian berjuang menghadirkan suatu kedaulatan.

Sejarah perjalanan HMI dimulai tahun 1947 hingga sekarang sudah banyak fase yang telah dilalui HMI bahkan pernah berhadapan langsung melawan PKI.

Pada tahun 1965, HMI dianggap sebagai kekuatan besar umat Islam yang harus dibubarkan PKI. Pimpinan PKI Dipo Nusantara Aidit dalam pidatonya di Istora Senayan mengatakan kepada 25.000 kadernya “Kalau tidak bisa membubarkan HMI, pakai sarung saja” beberapa hari sebelum meletus Gerakan 30 September (Gestapu). Demikian ungkapan Aidit yang dikutip Asdul

Jika seandainya HMI berhasil dibubarkan, maka HMI akan bernasib sama dengan Masyumi dan tidak terlahir lagi kader hijau hitam yang dikenal militan itu. HMI adalah organisasi yang bermanfaat untuk ummat dan bangsa, selain itu juga komplit yang memiliki tingkatan latihan yang berkelanjutan serta prgresif.

Alwi Alu, selaku Ketua Komisariat Syariah-Ekonomi UIN Malang berharap agar kegiatan yang dilakukan oleh bidang PPPA ini dapat memfasilitasi kader Komisariat dalam mengkaji dan mendalami terkait materi materi KeHMI-an.

“Harapannya kader komisariat Syariah-Ekonomi menjadi kader yang dapat mencapai 5 (lima) kualitas insan cita yang menjadi tujuan dari HMI” Harap Alwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close