Marwah HMI sebagai sikap kritis dalam gerakan pemikiran mengawal bangsa Indonesia. Hal ini tentu mendapat tantangan yang berat, mengingat hal tersebut akan membuat HMI berhadapan dengan masalah yang besar. HMI pernah dituduh merupakan sayap dari salah satu partai Islam saat itu, tetapi secara tegas HMI menepis tuduhan itu dan tetap pada pendiriannya untuk berjalan sebagai organisasi mahasiswa yang independen, walau terhadap partai islam sekalipun.

HMI membuktikan bahwa organisasi ini selalu bergerak pada garis poros tengah perjuangan. Dimana pada saat itu, mahasiswa yang seharusnya memegang pena dan buku ternyata berubah haluan dengan memegang senjata untuk ikut dalam menghadapi pemberontakan PKI di Madiun, 18 September 1948. Pasa saat itu, wakil ketua PB HMI Ahmad Tirtosudiro membentuk Corps mahasiswa (CO) dengan komandan Hartono dan wakil komandan Tirtosudiro ikut membantu pemerintah menumpas pemberontakan PKI di Madiun, dengan mengerahkan angota CM ke gunung-gunung, memperkuat aparat pemerintah.

Ditengah kondisi zaman sekarang yang bisa kita kenal sebagai tahun-tahun politik menuju pemilihan Presiden RI Ketua Umum PB HMI R. Saddam Al- Jihad meyatakan bahwa “Jaga Independensi”. Tentu ini adalah suatu kata yang harus kita maknai secara seksama bahwa apa yang di katakan oleh Ulil Amri kita sangatlah penting, karena sebagai kader HMI harus mampu menjaga dan mempertahankan idealisme. Sebagaimana Pasal 6 AD/ART HMI; sifat ”HMI Bersifat Independen”.

Kakanda Prof Lafran Pane pun tak ingin ada kader-kadernya yang tidak punya nilai independen, artinya secara tegas kader HMI tidak boleh melakukan afiliasi dengan parpol atau sebagainya. Karena itu sangat mencederai HMI sebagaimana terterang dalam aturan main HMI yakni konstitusi (aturan tertinggi).

Mengurucutnya pada pembahasan bahwa akan dilantiknya pegurus HMI Cabang Malang 2018-2019 pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 pukul 19.00 WIB. Tentu ini adalah sebuah berita gembira bagi para masyarakat Kota Malang apalagi kader-kadernya. Karena, asa kita semua adalah semoga HMI Cabang Malang nantinya mampu menjadi garda dalam barisan perjuangan rakyat, melahirkan perkaderan yang ideal, mencetak kader-kader yang memiliki independen, dan pastinya selalu menjaga marwah HMI Cabang Malang.

Tahun-tahun mendekati menuju pilpres 2019, HMI Cabang Malang harus mampu bergerak digaris poros tengah perjuangan, tidak kemudian melakukan manufer keberpihakan terhadap sebuah kepentingan murahan. Kader- kader HMI Cabang Malang yakin dengan iman dibawah nahkoda Kakanda Sutriyadi akan membawa kita semua ke arah yang lebih baik.

Perlu kita ketahui bersama bahwa independensi akhir-akhir ini selalu dibahas dan dijadikan diskursus diberbagai warung kopi. Ketua Umum PB HMI R. Saddam Al- Jihad dalam pidato pertamanya sebagai Ketum PB HMI di Ambon “intelektualisme adalah syarat utama independensi HMI.”
Kenapa?
Karena lagi-lagi hal ini menjadi acuan apakah kemudian ketika ada kader HMI yang terdaftar sebagai anggota partai politik, kemudian masih pantaskah untuk berproses di suatu organisasi besar di Indonesia yakni Himpunan Mahasiswa Islam ? Jawabannya adalah tidak!
Secara tegas kader HMI yang terdaftar di partai politik maka secara tidak langsung status keanggotaan akan hilang. HMI diprakarsai oleh kakanda Prof Lafran Pane beserta ke 14 tokoh lainnya dengan penuh susah payah, ada air mata yang menetes, bahkan energi terkuras habis. Lantas kemudian HMI menerima hal itu ?tentunya dengan tegas HMI menolak itu !!! Menjadi kader yang produktif adalah hal yang luar biasa dengan mencerminkan sikap dan perilaku sebagaimana mampu mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

“Himpunan Mahasiswa Islam telah mengalami demoralisasi kenyataan ini ibarat pil agak pahit. Ini terjadi karena konsekuensi mobilitas ke atas dari HMI, tapi ibarat batu yang berporos, dari lubang-lubang poros yang kecil itulah HMI bisa meresap. Bahasanya, idiomnya, logonya, dan cara berpikirnya sama, jadilah HMI yang sukses. Tapi HMI kemudian menjadi korban dari kesuksesan itu sendiri, karena ketika HMI suskes juga dibarengi dengan proses demoralisasi tersebut.” (Nurcholish madjid)
Asa penulis dari mengutip kata Cak Nur, sebagai kader HMI harus memiliki rasa malu, memiliki harga diri, jangan kemudian idealisme ini bisa dibeli hanya karena materi yang berlimpah. Menjaga marwah diri kita sebagai kader HMI itu penting, apalagi menjaga independensi kita.

Selamat menjaga amanah, selamat pelantikan HMI Cabang Malang 2018-2019 sukses selalu dan pantang tolak tugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close