KONSEP IUS CONSTITUTUM DALAM HMI BERDASARKAN KONSTITUSIONAL

Read Time:2 Minute, 46 Second

“Negara Indonesia adalah Negara Hukum” yang tertera dalam Pasal 1 ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945, bahwasannya segala tindak perbuatan warga negara Indonesia terdapat hukum yang mengatur kehidupan masyarakat.
Hukum tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Hukum itu bagaikan udara bagi hidup manusia, hewan, dan tumbuhan-tumbuhan. Namun demikian, para pemikir dan pemerhati hukum berbeda pandangan dalam melihat alasan kemunculan hukum. Kaum idealis merumuskan bahwa tujuan hukum hadir untuk mewujudkan keadilan, sementara kaum positivis menyatakan bahwa hukum semata-mata sebagai alat untuk menciptakan ketertiban, stabilitas dan kepastian. Bahkan kaum marxis merumuskan hukum sebagai instrument untuk mengamankan dan mempertahankan kekuasaan ekonomi kaum borjuis/berkuasa.
Secara garis besar, hukum pada dasarnya memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan masyarakat, antara lain: pertama, sebagai standard of conduct yakni sandaran atau ukuran tingkah laku yang harus di taati oleh setiap orang dalam bertindak serta dalam melakukan hubungan satu dengan yang lain; kedua, sebagai as a tool of social engeneering, yakni sebagai sarana atau alat untuk mengubah masyarakat kearah yang lebih baik; ketiga, as a tool of social control, yaitu sebagai alat untuk mengontrol tingkah laku dan perbuatan manusia agar mereka tidak melakukan perbuatan yang melawan norma hukum, agama, dan susila.
Hukum yang sedang berlaku saat ini biasa disebut dengan istilah “Ius Constitutum” (hukum positif), dalam negara Indonesia Konstitusi yang berlaku sampai detik ini adalah UUD Negara RI Tahun 1945 perubahan ke-4. Dimana Konstitusi merupakan hukum tertinggi yang menjadi sumber peraturan-peraturan yang berada dibawahnya dengan isinya memuat peraturan-peraturan fundamental (pokok-pokok) dengan memiliki sifat universal, fleksibel, dan luwes. Untuk penjabaran secara terperinci menjelaskan yang fundamental dalam Konstitusi telah diatur dalam Peraturan Perundang-undangan yang dibawahnya, dimana tidak menyimpang dari apa yang ada dalam isi Konstitusi tersebut.
Berbicara tentang Organisasi Islam yakni Himpunan Mahasiswa Islam tentu dalam organisasi ini pun terdapat sebuah hukum yang berlaku guna mengatur perilaku anggota-anggotanya. Hukum tertinggi (Konstitusi) dalam sebuah Organisasi biasa dikenal dengan sebutan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) yang dimana sama halnya dengan Konstitusi Negara memuat peraturan-peraturan fundamental semata.
Hukum yang berlaku pada HMI hari ini yang menjadi sebuah landasan bergerak tentu adalah Konstitusi yang telah ditetapkan pada Kongres ke- XXX di Ambon tanggal 8 Jumadil Akhir 1439 H bertepatan pada tanggal 24 Februari 2018 M dengan Ketetapan Nomor: 05/K-30/06/1439 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himpunan Mahasiswa Islam.
Ini sudah menjadi sebuah keharusan bagi kader-kader HMI se-Indonesia untuk mengetahui, mematuhi dan menjalankan apa yang sudah diamanatkan oleh AD/ART HMI yang menjadi “Ius Constitutum” saat ini.
Dibawah Konstitusi AD/ART HMI tentu ada sebuah peraturan-peraturan yang dibawahnya menjelaskan secara terperinci dalam AD/ART HMI yang sering disebut dengan Pedoman-pedoman Organisasi lainya, seperti halnya Pedoman Kepengurusan, Pedoman Administrasi dan Kesekretariatan, Pedoman Perkaderan, dsb. Yang dinama pedoman-pedoman tersebut bergantung dan bersumber pada Peraturan tertinggi yakni AD/ART HMI.
Dalam teori hirarki norma hukum (Stufentheorie) dikemukakan oleh Hans Kelsen berpendapat bahwa norma-norma hukum itu berjenjang-jenjang dan berlapis-lapis dalam suatu hirarki tata susunan, dimana suatu norma yang lebih rendah berlaku, bersumber, dan berdasarkan pada norma yang lebih tinggi lagi, demikian seterusnya.
Sama halnya di Himpunan Mahasiswa Islam yang mana Pedoman-pedoman tersebut secara hirarki norma hukum berlaku, bersumber, dan berdasarkan pada AD/ART HMI yang menjadi sebuah Konstitusi dalam Organisasi Islam ini.

 

Ditulis oleh:

Muhammad fadli efendi

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close